Sunday, April 3, 2016

LOGO BARU KLINIK ZANGFU

Design by Doel Maleeq


EMPAT CARA PEMERIKSAAN DALAM CHINESE MEDICINE

Kumpulan diktat kuliah bersama Ir. H. Efendy, MBA, Akp.
Bab Empat Cara Pemeriksaan: Inspeksi, Auskultasi/Olfaksi, Anamnesa, dan Palpasi.


BEBERAPA SINDROM BERKAITAN DENGAN MATA


1. Jika seluruh mata merah dan bengkak -> ada angin panas di meridian Hati.
2. Jika kantus (sudut) mata berwarna putih pucat -> tanda defisien Xue.
3. Jika kantus mata merah -> gejala api Jantung.
4. Jika bagian putih mata berwarna merah -> ada api Paru.
5. Jika bagian putih mata ada serat merah -> tanda Yin defisit api membara (hyperactivity of fire due to Yin deficiency).
6. Jika mata cenderung merah -> tanda ada panas.
7. Jika bagian putih mata berwarna kuning -> tanda icterus/jaundice/penyakit kuning, gangguan Limpa.
8. Jika kelopak mata (eye socket) sedikit bengkak, seperti baru bangun tidur -> awal penyakit bengkak air (watery distention).
9. Jika kelopak mata ambles ke dalam -> gejala Yin dan Ye lepas (exhaustion), gejala Jingqi 5 Zang merosot habis (prostration), tergolong penyakit berat dan sulit diterapi.
10. Jika mata melotot disertai sesak nafas / nafas memburu -> gejala Paru bengkak.
11. Jika leher bengkak mata melotot -> ada bengkak gondok (goiter).
12. Jika pupil mata mengecil -> tergolong sindrom api Hati dan Kandung Empedu membara / terlalu payah (internal damage by overstrain) sehingga melukai Hati dan Ginjal, atau api defisien mengganggu ke ats / keracunan.
13. Jika pupil mata melebar -> tanda bahaya mendekati kematian, sering akibta Jing Ginjal habis terkuras, juga terjadi pada gejala keracunan.
14. Jika mata hanya memandang lurus ke depan dan tak dapat digerakan dan melotot -> sindrom berat Yin Xue terluka dan defisien, meridian tendon tidak terpelihara.
15. Jika mata berbalik melihat ke atas sehingga bagian hitamnya terlihat sedikit serta tidak dapat digerakkan (hyperphoria with fixed eyeballs) -> sindrom berbahaya, infantile convulsion, syncope spasm.
16. Jika pupil mata miring ke satu arah -> angin Hati bergerak di dalam (disturbing of liver-wind), juga terjadi pada penderita juling sejak lahir.

Tuesday, March 1, 2016

113 PENYAKIT YANG BISA DITERAPI DENGAN AKUPUNKTUR TUNGGAL


Mengacu pada ICD10 (International Classification of Disease 10th Revision), telah ditetapkan ratusan penyakit yang bisa diterapi dengan akupunktur, yang kemudian dibagi menjadi kelas I, II, dan III. Penyakit-penyakit yang masuk dalam kelas I merupakan penyakit yang bisa diterapi dengan Akupunktur secara tunggal tanpa pengobatan lain. (dr. Hugo Kiswojo, M. Kes, Sp. Ak (K)).
Di antaranya adalah 113 penyakit di bawah ini:
1. Bursopathy [M71.9]
2. Cervical Spondylosis of Cervical Type [M47.8]
3. Costal Chondritis [M94.8]
4. Cyst of Popliteal Space [M71.2]
5. Epicondylitis Lateralis [M77.1]
6. Epicondylitis Medialis [M77.0]
7. Ganglion [M67.4]
8. Lesion of Infrapatellar Pad [M79.4]
9. Muscle Strain [M62.5]
10. Muscular Torticollis (Early Stage) [P15.2]
11. Myofascilitis [M60.9]
12. Periarthritis of Shoulder (Early Stage) [M75.0]
13. Primari Piriform Muscle Syndrome [G57.0]
14. Shoulder Hand Syndrome (Early Stage) [M89.0]
15. Simple Systremma [M79.1]
16. Stiffneck [M54.2]
17. Syndrome of the Third Transverse Process of Lumbar Vertebrae [M48.8]
18. Tendonitis (Non Secondary Infection) [M78.5]
19. Tenosynovitis (Early Stage) [M65.9]
20. Carpal Tunnel Syndrome [G56.0]
21. Bell's Palsy [G50.9]
22. Guillain-Barre Syndrome [G61.0]
23. Headache (Non Organic) [R51.0]
24. Lateral Cutaneous Nerve of Thigh Syndrome [G57.1]
25. Neuropathic Headache [G44.101]
26. Occipital Neuralgia [G58.8]
27. Primary Sciatica [G44.103]
28. Rheumatic Chorea [I02]
29. Superior Clunal Nerve [G57.8]
30. Supraorbital Neuralgia [G50.001]
31. Tension Type Headache [G44.201]
32. Vascular Headache [G44.103]
33. Anorexia [R63.0]
34. Constipation (Non Organic) [K59.0]
35. Flatulence [R14]
36. Functional Dyspepsia [K30.0]
37. Gastrointestinal Spasm [K31.813]
38. Anal Spasm [K59.4]
39. Paralysis of Intestine after Surgery [K89.9]
40. Primary Gastroparesis Syndrome [K31.8]
41. Tempomandibular Joint Disfunction Syndrome [K07.6]
42. Acute Mastitis [N61.0]
43. Distanding Pain of Breast During Menstruation [N64.4]
44. Enuresis [R32]
45. Irregular Menstruation [N91.2]
46. Lump in Breast [N62.3]
47. Premenstrual Tension Syndrome [N94.3]
48. Primary Dysmenorrhea [N94.4]
49. Retention of Urine due to Dynamic Obstruction of the Urinary Tract [R33]
50. Spermatorrhea [N50.8]
51. Urethral Syndrome [N34.3]
52. Chronic Prostatitis [N41.1]
53. Incontinence Urinea [R32]
54. Metropathia Hemorrhagia [N93.001]
55. Neurogenic Bladder Disfunction [N31.0]
56. Pelvic Congestion Syndrome [N94.803]
57. Perimenopausal Syndrome [N95.1]
58. Urolithiasis [N21]
59. Uterovaginal Prolapse [N81.4]
60. Acute Conjunctivitis [H10.3]
61. Hordeolum [H00.002]
62. Paralytic Strabismus [H49.0]
63. Pseudomiopia [H52.1]
64. Rapid Movement of Orbicularis [F95.801]
65. Asthenopsia Syndrome [H53.1]
66. Cardiac Neurosis [F45.308]
67. Depression [F32.9]
68. Globus Hystericus [F45.8]
69. Hysteria [F44.9]
70. Hysterical Anesthesia and Sensory Loss [F44.6]
71. Hysterical Aphonia and Dysphonia [F44.4]
72. Hysterical Convulsion [F44.5]
73. Hysterical Disorders of Hearing and Vision [F44.7]
74. Hysterical Paralysis [F44.8]
75. Malposition of Fetus [O32.9]
76. Reactions of Artificial Abortion [O08.8]
77. Neurasthenia [F48.0]
78. Insomnia (Non Organic) [F51.0]
79. Sexual Disfunction (Non Organic) [F52.0]
80. Syndrome of Examination [F48.8]
81. Transient Tic Disorder [F95.0]
82. Vominting Neurosis [F50.501]
83. Acne Vulgaris [L70.0]
84. Acute Eczema [L20.8]
85. Acute Lymphangitis [L03.0]
86. Capitis Totalis [L63.901]
87. Pruritus (Psychogenic, Senile, Seasonal) [L29.0]
88. Urticaria [L50.0]
89. Erysipelas [A46.0]
90. Mumps [B26.9]
91. Rubella [B06.0]
92. Zoster [B02.9]
93. Acute Pharyngitis [J02.0]
94. Acute Tonsillitis [J03.0]
95. Common Cold [J00]
96. Simple Acute Laryngitis [J04.0]
97. Simple Spasm of Diaphragm [R06.6]
98. Vocal Nodules [J38.2]
99. Vasomotor Rhinitis [J30.0]
100. Primary Erythromelalgia [I73.8]
101. Raynaud's Disease [I73.0]
102. Acute Lumbar Sprain [S33.501]
103. Consussion of Spinal Cord [S34.0]
104. Peripheral Nerve Injury [S84.0]
105. Siriasis [T67.2]
106. Ankle Sprain [S93.4]
107. Excessive Vomiting in Pregnancy [O21.0]
108. Hypogalactia [O92.4]
109. Simple Tyroid Adenoma [D34.0]
110. Simple Chronic Rhinitis [J31.0]
111. Haemangioma [D18.0]
112. Functional Tinnitus [H93.1]
113. Simple Allergic Purpura [D69.0]

Friday, February 26, 2016

KEKENTALAN DARAH DALAM TUBUH, BAGAIMANA BISA TERJADI?


💦👫Ada satu pertanyaan: Mengapa kita hrs minum AIR putih yg cukup?
💦
Sebenarnya jawabannya cukup "mengerikan" tetapi karena sebuah
pertanyaan jujur harus dijawab dengan jujur, maka topik tersebut bisa dijelaskan sebagai berikut:
💦
👫Kira-kira 80% tubuh manusia terdiri dari AIR..
Malah ada beberapa bagian tubuh kita yang memiliki kadar air di atas 80%.
Dua organ paling penting dengan kadar air di atas 80% adalah:
OTAK dan DARAH.
💦
☺Otak memiliki komponen Air sebanyak 90%,
Sementara Darah memiliki Komponen Air sebanyak 95%.
💦
👫Jatah minum manusia normal sedikitnya adalah 2 Liter sehari atau 8 Gelas Air putih sehari.
Jumlah di atas harus ditambah bagi seorang PEROKOK..!
💦
👫Air sebanyak itu diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh kita lewat Air Seni, Keringat, Pernapasan, dan Sekresi.
Apa yang terjadi bila kita mengkonsumsi kurang dari 2 liter sehari..??
💦
👫Tentu tubuh akan menyeimbangkan diri. Caranya?
💦
👪 Dengan jalan "Menghisap" Air dari komponen tubuh sendiri terdekat: DARAH..!!
💦
👪 Darah yang dihisap Airnya akan menjadi Kental.
Akibat pengentalan Darah ini, maka perjalanannya akan kurang lancar ketimbang Darah Encer.
💦
👪 Saat melewati Ginjal (tempat menyaring Racun dari Darah), Ginjal akan bekerja Extra keras menyaring Darah.
💦
👪 Dan karena Saringan dlm Ginjal halus, tidak jarang Darah yg kental bisa menyebabkan perobekan pada Glomerulus Ginjal.
💦
👪 Akibatnya, Air Seni berwarna kemerahan, tanda mulai Bocornya saringan Ginjal.
Bila dibiarkan terus menerus, Anda mungkin suatu saat hrs mengeluarkan 2 juta rupiah seminggu utk Cuci Darah.
💦
👪 Bagaimana dengan OTAK?
Nah saat Darah Kental mengalir lewat Otak, perjalanannya agak tersendat. Otak tidak lagi "Encer", karena sel-sel Otak adalah yang paling boros mengkonsumsi Makanan & Oksigen, ini yang mengakibatkan STROKE...!!

ALAMAT KLINIK AKUPUNKTUR ZANG FU

KLINIK AKUPUNKTUR ZANG FU 

JL. JAKARTA NO. 1 ASRATEK, KEL. ULAK KARANG SELATAN
KEC. PADANG UTARA - KP 25134, KOTA PADANG
SUMATERA BARAT

Contact Person:

Yelti Djabar, SKM, Akp
Office: (0751) 40338

YAMAMOTO'S NEW SCALP ACUPUNCTURE

Yamamoto's New Scalp Acupuncture (YNSA) merupakan modifikasi Akupunktur Kulit Kepala Baru yang juga dapat digunakan sebagai metode diagnostik. YNSA ditemukan oleh Dr. Toshikatsu Yamamoto, Ph.D pada tahun 1960-an setelah melalui 30 tahun penelitian.
Selain sebagai mikroakupunktur, YNSA dilengkapi dengan:
1) Modifikasi diagnosis abdomen klasik yang terkait dengan refleks proyeksi di kulit kepala;
2) Skema somatoform pada daerah leher yang merupakan alat diagnostik dan penentuan titik rangsang pada YNSA dalam bidang terapi.
YNSA meliputi dua jenis titik akupunktur:
1) Basic Point (titik dasar), terletak di frontal dan oksipital kepala.
Titik dasar ini menjadi peka bila ada kelainan pada organ/jaringan proyeksi terkait, karena itu bernilai diagnostik, di samping sebagai titik rangsang.
2) Ypsilon Point (titik Ypsilon), terletak di temporal kepala.
Titik jenis ini juga menjadi peka pada perabaan terkait dengan diagnosis abdominal dan leher. Hilangnya nyeri tekanan pada titik Ypsilon juga digunakan sebagai petunjuk keberhasilan terapi.