Tuesday, March 1, 2016

113 PENYAKIT YANG BISA DITERAPI DENGAN AKUPUNKTUR TUNGGAL


Mengacu pada ICD10 (International Classification of Disease 10th Revision), telah ditetapkan ratusan penyakit yang bisa diterapi dengan akupunktur, yang kemudian dibagi menjadi kelas I, II, dan III. Penyakit-penyakit yang masuk dalam kelas I merupakan penyakit yang bisa diterapi dengan Akupunktur secara tunggal tanpa pengobatan lain. (dr. Hugo Kiswojo, M. Kes, Sp. Ak (K)).
Di antaranya adalah 113 penyakit di bawah ini:
1. Bursopathy [M71.9]
2. Cervical Spondylosis of Cervical Type [M47.8]
3. Costal Chondritis [M94.8]
4. Cyst of Popliteal Space [M71.2]
5. Epicondylitis Lateralis [M77.1]
6. Epicondylitis Medialis [M77.0]
7. Ganglion [M67.4]
8. Lesion of Infrapatellar Pad [M79.4]
9. Muscle Strain [M62.5]
10. Muscular Torticollis (Early Stage) [P15.2]
11. Myofascilitis [M60.9]
12. Periarthritis of Shoulder (Early Stage) [M75.0]
13. Primari Piriform Muscle Syndrome [G57.0]
14. Shoulder Hand Syndrome (Early Stage) [M89.0]
15. Simple Systremma [M79.1]
16. Stiffneck [M54.2]
17. Syndrome of the Third Transverse Process of Lumbar Vertebrae [M48.8]
18. Tendonitis (Non Secondary Infection) [M78.5]
19. Tenosynovitis (Early Stage) [M65.9]
20. Carpal Tunnel Syndrome [G56.0]
21. Bell's Palsy [G50.9]
22. Guillain-Barre Syndrome [G61.0]
23. Headache (Non Organic) [R51.0]
24. Lateral Cutaneous Nerve of Thigh Syndrome [G57.1]
25. Neuropathic Headache [G44.101]
26. Occipital Neuralgia [G58.8]
27. Primary Sciatica [G44.103]
28. Rheumatic Chorea [I02]
29. Superior Clunal Nerve [G57.8]
30. Supraorbital Neuralgia [G50.001]
31. Tension Type Headache [G44.201]
32. Vascular Headache [G44.103]
33. Anorexia [R63.0]
34. Constipation (Non Organic) [K59.0]
35. Flatulence [R14]
36. Functional Dyspepsia [K30.0]
37. Gastrointestinal Spasm [K31.813]
38. Anal Spasm [K59.4]
39. Paralysis of Intestine after Surgery [K89.9]
40. Primary Gastroparesis Syndrome [K31.8]
41. Tempomandibular Joint Disfunction Syndrome [K07.6]
42. Acute Mastitis [N61.0]
43. Distanding Pain of Breast During Menstruation [N64.4]
44. Enuresis [R32]
45. Irregular Menstruation [N91.2]
46. Lump in Breast [N62.3]
47. Premenstrual Tension Syndrome [N94.3]
48. Primary Dysmenorrhea [N94.4]
49. Retention of Urine due to Dynamic Obstruction of the Urinary Tract [R33]
50. Spermatorrhea [N50.8]
51. Urethral Syndrome [N34.3]
52. Chronic Prostatitis [N41.1]
53. Incontinence Urinea [R32]
54. Metropathia Hemorrhagia [N93.001]
55. Neurogenic Bladder Disfunction [N31.0]
56. Pelvic Congestion Syndrome [N94.803]
57. Perimenopausal Syndrome [N95.1]
58. Urolithiasis [N21]
59. Uterovaginal Prolapse [N81.4]
60. Acute Conjunctivitis [H10.3]
61. Hordeolum [H00.002]
62. Paralytic Strabismus [H49.0]
63. Pseudomiopia [H52.1]
64. Rapid Movement of Orbicularis [F95.801]
65. Asthenopsia Syndrome [H53.1]
66. Cardiac Neurosis [F45.308]
67. Depression [F32.9]
68. Globus Hystericus [F45.8]
69. Hysteria [F44.9]
70. Hysterical Anesthesia and Sensory Loss [F44.6]
71. Hysterical Aphonia and Dysphonia [F44.4]
72. Hysterical Convulsion [F44.5]
73. Hysterical Disorders of Hearing and Vision [F44.7]
74. Hysterical Paralysis [F44.8]
75. Malposition of Fetus [O32.9]
76. Reactions of Artificial Abortion [O08.8]
77. Neurasthenia [F48.0]
78. Insomnia (Non Organic) [F51.0]
79. Sexual Disfunction (Non Organic) [F52.0]
80. Syndrome of Examination [F48.8]
81. Transient Tic Disorder [F95.0]
82. Vominting Neurosis [F50.501]
83. Acne Vulgaris [L70.0]
84. Acute Eczema [L20.8]
85. Acute Lymphangitis [L03.0]
86. Capitis Totalis [L63.901]
87. Pruritus (Psychogenic, Senile, Seasonal) [L29.0]
88. Urticaria [L50.0]
89. Erysipelas [A46.0]
90. Mumps [B26.9]
91. Rubella [B06.0]
92. Zoster [B02.9]
93. Acute Pharyngitis [J02.0]
94. Acute Tonsillitis [J03.0]
95. Common Cold [J00]
96. Simple Acute Laryngitis [J04.0]
97. Simple Spasm of Diaphragm [R06.6]
98. Vocal Nodules [J38.2]
99. Vasomotor Rhinitis [J30.0]
100. Primary Erythromelalgia [I73.8]
101. Raynaud's Disease [I73.0]
102. Acute Lumbar Sprain [S33.501]
103. Consussion of Spinal Cord [S34.0]
104. Peripheral Nerve Injury [S84.0]
105. Siriasis [T67.2]
106. Ankle Sprain [S93.4]
107. Excessive Vomiting in Pregnancy [O21.0]
108. Hypogalactia [O92.4]
109. Simple Tyroid Adenoma [D34.0]
110. Simple Chronic Rhinitis [J31.0]
111. Haemangioma [D18.0]
112. Functional Tinnitus [H93.1]
113. Simple Allergic Purpura [D69.0]

Friday, February 26, 2016

KEKENTALAN DARAH DALAM TUBUH, BAGAIMANA BISA TERJADI?


💦👫Ada satu pertanyaan: Mengapa kita hrs minum AIR putih yg cukup?
💦
Sebenarnya jawabannya cukup "mengerikan" tetapi karena sebuah
pertanyaan jujur harus dijawab dengan jujur, maka topik tersebut bisa dijelaskan sebagai berikut:
💦
👫Kira-kira 80% tubuh manusia terdiri dari AIR..
Malah ada beberapa bagian tubuh kita yang memiliki kadar air di atas 80%.
Dua organ paling penting dengan kadar air di atas 80% adalah:
OTAK dan DARAH.
💦
Otak memiliki komponen Air sebanyak 90%,
Sementara Darah memiliki Komponen Air sebanyak 95%.
💦
👫Jatah minum manusia normal sedikitnya adalah 2 Liter sehari atau 8 Gelas Air putih sehari.
Jumlah di atas harus ditambah bagi seorang PEROKOK..!
💦
👫Air sebanyak itu diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh kita lewat Air Seni, Keringat, Pernapasan, dan Sekresi.
Apa yang terjadi bila kita mengkonsumsi kurang dari 2 liter sehari..??
💦
👫Tentu tubuh akan menyeimbangkan diri. Caranya?
💦
👪 Dengan jalan "Menghisap" Air dari komponen tubuh sendiri terdekat: DARAH..!!
💦
👪 Darah yang dihisap Airnya akan menjadi Kental.
Akibat pengentalan Darah ini, maka perjalanannya akan kurang lancar ketimbang Darah Encer.
💦
👪 Saat melewati Ginjal (tempat menyaring Racun dari Darah), Ginjal akan bekerja Extra keras menyaring Darah.
💦
👪 Dan karena Saringan dlm Ginjal halus, tidak jarang Darah yg kental bisa menyebabkan perobekan pada Glomerulus Ginjal.
💦
👪 Akibatnya, Air Seni berwarna kemerahan, tanda mulai Bocornya saringan Ginjal.
Bila dibiarkan terus menerus, Anda mungkin suatu saat hrs mengeluarkan 2 juta rupiah seminggu utk Cuci Darah.
💦
👪 Bagaimana dengan OTAK?
Nah saat Darah Kental mengalir lewat Otak, perjalanannya agak tersendat. Otak tidak lagi "Encer", karena sel-sel Otak adalah yang paling boros mengkonsumsi Makanan & Oksigen, ini yang mengakibatkan STROKE...!!

ALAMAT KLINIK AKUPUNKTUR ZANG FU

KLINIK AKUPUNKTUR ZANG FU 

JL. JAKARTA NO. 1 ASRATEK, KEL. ULAK KARANG SELATAN
KEC. PADANG UTARA - KP 25134, KOTA PADANG
SUMATERA BARAT

Contact Person:

Yelti Djabar, SKM, Akp
Office: (0751) 40338

YAMAMOTO'S NEW SCALP ACUPUNCTURE

Yamamoto's New Scalp Acupuncture (YNSA) merupakan modifikasi Akupunktur Kulit Kepala Baru yang juga dapat digunakan sebagai metode diagnostik. YNSA ditemukan oleh Dr. Toshikatsu Yamamoto, Ph.D pada tahun 1960-an setelah melalui 30 tahun penelitian.
Selain sebagai mikroakupunktur, YNSA dilengkapi dengan:
1) Modifikasi diagnosis abdomen klasik yang terkait dengan refleks proyeksi di kulit kepala;
2) Skema somatoform pada daerah leher yang merupakan alat diagnostik dan penentuan titik rangsang pada YNSA dalam bidang terapi.
YNSA meliputi dua jenis titik akupunktur:
1) Basic Point (titik dasar), terletak di frontal dan oksipital kepala.
Titik dasar ini menjadi peka bila ada kelainan pada organ/jaringan proyeksi terkait, karena itu bernilai diagnostik, di samping sebagai titik rangsang.
2) Ypsilon Point (titik Ypsilon), terletak di temporal kepala.
Titik jenis ini juga menjadi peka pada perabaan terkait dengan diagnosis abdominal dan leher. Hilangnya nyeri tekanan pada titik Ypsilon juga digunakan sebagai petunjuk keberhasilan terapi.

Saturday, January 18, 2014

ELEKTROPUNKTUR





Mrs. Yelti Djabar sedang menggunakan teknik needling dan elektropuncture, yaitu kombinasi antara tusuk jarum dan aliran listrik.

 

 

CARA KERJA AKUPUNKTUR


Tujuan akupunktur adalah untuk membentuk fungsi tubuh yang sehat dengan mengembalikan sirkulasi energi alami, atau daya hidup yang dikenal di China sebagai Qi (dibaca ‘chi’ atau ‘ki’)

Qi merupakan unsur dasar dalam keseharian budaya China, yang sering didefinisikan sebagai ‘udara’ atau ‘nafas’ dan diperluas pengertiannya menjadi ‘daya hidup’ atau ‘energi spiritual’ yang diyakini dimiliki oleh setiap makhluk.

Jalur-jalur dalam tubuh dimana energi vital ini mengalir disebut dengan meridian.

Menurut tradisi pengobatan China, ada pertukaran secara konstan antara Qi dalam tubuh dengan Qi di alam sekitar, yaitu Qi eksternal. Qi eksternal bisa bersifat baik atau buruk. Di dalam tubuh, Qi menjalankan (ke hal.2)… beberapa fungsi, salah satunya adalah melindungi tubuh dari Qi yang buruk. Jika Qi yang baik ini kuat, maka ia bertindak sebagai penjaga kesehatan dan sebagai pertahanan terhadap berbagai penyakit dan bahaya lainnya. Sebaliknya jika Qi tubuh lemah maka daya tahan tubuh menjadi menurun dan Anda bisa jatuh sakit.

Sepanjang meridian tubuh, terdapat sekitar 500 titik akupunktur. Qi yang baik ditata kembali di area ini dengan rangsangan tusukan jarum (akupunktur), walaupun bisa juga dibantu sesekali dengan pijatan, obat herbal, atau bekam di area tersebut.

 


MANFAAT AKUPUNKTUR



Akupuntur dan Pengobatan Tradisional China diperuntukkan hampir bagi semua orang. Hal terbaiknya adalah Anda tidak perlu sampai sakit. Telah dikatakan bahwa akupunktur adalah bentuk pengobatan preventif yang efektif karena akupunktur membantu mendeteksi dan memperbaiki ketidakseimbangan energi sebelum ketidakseimbangan itu berubah menjadi penyakit.

Akupunktur juga mengobati kelainan khusus untuk menghilangkan gejala-gejalanya dan membantu menekan terjadinya komplikasi dan kekambuhan atau bisa digunakan untuk terapi jangka panjang, untuk membantu mengurangi keharusan makan obat atau pembedahan.